Batu Ratapan Angin, Spot Keren Menikmati Telaga Warna Dieng

Batu Ratapan Angin spot keren dalam menikmati keindahan alam di Dieng atau yang biasa disebut juga Dieng Plateau. Untuk kamu yang belum tahu Dieng itu termasuk kedalam Kabupaten Wonosobo dan juga Kabupaten Banjarnegara.

Dieng Plateau terkenal akan tempat wisata alam yang indah serta udara yang sangat dingin, beberapa tempat wisata yang ada di Dieng dan cukup hits di kalangan para wisatawan diantaranya:

  • Telaga Warna,
  • Curug Sikarim,
  • Kawah Sikidang,
  • Bukit Sikunir Golden Sunrise,
  • Gardu Pandang Tieng, dan masih banyak lagi wisata alam lainnya.
spot favorit. google maps. sumber: Tony Hartono

simak juga: telaga warna

Gardu Pandang Ratapan Angin merupakan spot wisata yang cukup hits di Dieng, karena kamu dapat menikmati keindahan alam dari ketinggian. Apalagi lokasinya cukup dekat dengan area wisata lain.

Berikut deskripsi dari Gardu Pandang Batu Ratapan Angin, untuk kamu yang sedang mencari lokasi wisata di akhir pekan ini atau saat liburan nanti.

Lokasi Batu Ratapan Angin

Lokasi Batu Ratapan Angin beralamat di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

See also  Curug Awu, Air Terjun Tinggi di Brebes

Rute menuju Batu Ratapan Angin jika dari pusat kota Wonosobo akan menempuh jarak hampir 30 km dengan waktu tempuh 1 jam-an. Yakni dengan menuju Jl. Merdeka kemudian teruskan hingga tiba di Jl. Pangeran Diponegoro.

Teruslah melaju hingga tiba di Jl. Dieng, di persimpangan jalan belok kiri agar tiba di Jl Telaga Warna. Kemudian belok kiri lagi agar tiba di Jl. Dieng Theater, selanjutnya tinggal mencari lokasi parkir.

hunting spot foto
hunting spot foto. google maps. sumbe: Helmi Santosa

simak juga: gunung sikunir

Jam Buka Batu Ratapan Angin

  • Jam buka Batu Ratapan Angin setiap hari Senin hingga Minggu
  • Mulai beroperasi pada pukul 06.00 sampai dengan 18.00 waktu setempat

Tiket Masuk Batu Ratapan Angin

Tiket masuk Batu Ratapan Angin sebesar Rp. 10.000,- per orang

Fasilitas Batu Ratapan Angin

Fasilitas wisata yang ada di sekitar kawasan Batu Ratapan Angin sudah lengkap dan memadai, ditandai dengan telah tersedianya:

  • Mushola,
  • Toilet,
  • Area parkir yang luas,
  • Warun makanan dan minuman,
  • Toko oleh-oleh,
  • Spot foto,
  • Gazebo,
  • Tempat untuk duduk-duduk,
trekking yang harus dilalui
trekking yang harus dilalui. google maps. sumber: Andri Wartono

simak juga: pesona candi arjuna

Sejarah Batu Ratapan Angin

Selain menyimpan view atau panorama alam yang sangat indah, Gardu Pandang Batu Ratapan Angin juga menyimpan kisah sejarah di masa lampau yang cukup sedih.

Berawal dari pasangan pangeran dengan putri cantik jelita, dimana kehidupan mereka berlangsung sangat sempurna hingga akhirnya datang orang ketiga yang coba menggoda sang putri.

Singkat cerita sang putri pun tergoda, hingga akhirnya sang pangeran pun mengetahui kisah hitam tersebut. Akhirnya membuat pangeran murka dan mengutuk keduanya menjadi batu setelah terjadi pertempuran yang cukup sengit.

Konon katanya jika angin bertiup dengan kencang, selalu menimbulkan suara-suara aneh yang kemudian dikaitkan dengan suara ratapan dari kedua batu tersebut. Itulah yang membuat kawasan ini disebut Batu Ratapan Angin.

Daya Tarik Batu Ratapan Angin

Sebelum tiba di spot utama kamu harus menaiki beberapa anak tangga terlebih dahulu, karena posisi dari Batu Ratapan Angin sendiri berada di ketinggian.

gardu pandang batu ratapan angin
gardu pandang batu ratapan angin. google maps. sumber: drian Hartono

simak juga: curug sikarim

Sepanjang pendakian akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat cantik, pepohonan dan bunga berwarna-warni menghiasi perjalanan. Bebatuan yang tinggi pun ikut menemani.

Pendakian yang melelahkan tersebut terbayarkan dengan pesona keindahan yang akan kamu dapatkan, khususnya panorama dari Telaga Warna Dieng.

Jika membawa anak-anak harap jaga dengan baik, karena tidak ada pagar pembatas selama perjalanan. Sedangkan kondisi jalur yang terus menanjak.

Jangan lewatkan untuk berfoto di beberapa spot yang sudah disediakan, misalnya saja berfoto dengan latar sebuah batu besar bertuliskan “batu pandang ratapan angin”.

Bukan hanya itu saja masih banyak lagi beberapa gardu pandang yang dapat kamu manfaatkan sebagai spot untuk berfoto, panorama alamnya beuuhhh cakep banget. Beberapa spot foto ada yang harus membayar biaya tambahan, tapi tenang saja harganya ramah di kantong kok.

Semakin tinggi kamu berjalan, view yang disajikan semakin indah. Namun ada biaya tambahan yakni sebesar Rp. 5.000,- per orang.

Waktu terbaik mengunjungi Batu Ratapan Angin ialah di pagi atau sore hari, agar sang surya tidak terlalu menyengat. Jika datang di sore hari kamu akan mendapatkan view tambahan yakni cantiknya sang surya yang mulai kembali ke peraduan, atau biasa disebut dengan sunset.

menikmati telaga warna dari ketinggian
menikmati telaga warna dari ketinggian. google maps. sumber: NOOB GAMING

simak juga: waduk wadaslintang

Penutup

Gardu Pandang Batu Ratapan Angin dapat menjadi referensi wisata ketika berada di Dataran Tinggi Dieng. Jangan lupa siapkan kamera, dan gaya terbaikmu!

Leave a Comment